Boalemo – Perjalanan profesional bagi guru Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Boalemo resmi dimulai. Sebagai langkah awal, Program Induksi Guru Pemula (PIGP) dibuka dengan pertemuan dan pembahasan perdana yang dilaksanakan secara fokus di ruang Kepala Madrasah.
Sesi krusial ini dipimpin langsung oleh Kepala MIN 1 Boalemo, Nursia Doka Ungango, S.Ag., didampingi oleh Guru Pembimbing yang ditunjuk, Erlina S. Taidji, S.Pd., serta diikuti oleh empat guru pemula: Hengki Bilaleya (CPNS) dan tiga guru P3K, yaitu Yohana K. Muhsin, Merlis A. Wantogia, dan Israwati Rahim.
Dalam pengantarnya, Kepala Madrasah Nursia Doka Ungango menekankan bahwa pertemuan ini adalah fondasi bagi adaptasi yang sukses. Beliau menegaskan bahwa PIGP adalah upaya madrasah untuk mentransformasi guru baru menjadi profesional yang siap melayani di lingkungan Kementerian Agama.
“Anda semua adalah ASN yang terpilih. Oleh karena itu, integritas, disiplin, dan etos kerja harus di atas segalanya. Di MIN 1 Boalemo, kami tidak hanya mencari guru yang cerdas secara akademik, tetapi juga guru yang mampu menjadi teladan akhlakul karimah bagi siswa,” ujar Ibu Nursia dengan hangat namun tegas.
Pembahasan awal berfokus pada dua hal utama adalah Menyamakan persepsi tentang Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) antara CPNS dan P3K, memastikan semua memiliki pemahaman yang sama tentang tanggung jawab dan kode etik guru dan mengenalkan nilai-nilai kekhasan madrasah, di mana pendidikan agama diintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran, bukan hanya saat pelajaran PAI.
Momen penting lain dalam pertemuan awal ini adalah penunjukan resmi Erlina S. Taidji, S.Pd., sebagai Guru Pembimbing (Mentor). Penunjukan ini merupakan jaminan bahwa guru pemula akan mendapatkan dukungan langsung dan terstruktur selama masa induksi.
Ibu Nursia Doka Ungango menekankan bahwa peran Ibu Erlina sangat vital. “Ibu Erlina akan menjadi sahabat profesional Anda. Beliau yang akan membimbing Anda mulai dari administrasi RPP, strategi manajemen kelas, hingga menghadapi tantangan operasional di madrasah,” jelasnya.
Menyambut tugasnya, Ibu Erlina memberikan dukungan penuh. “Program induksi ini adalah fase belajar-mengajar terbaik Anda. Jangan pernah ragu untuk berbagi kesulitan dan tantangan yang Anda hadapi. Kami di sini untuk memastikan Anda tumbuh menjadi guru yang percaya diri dan efektif,” kata Ibu Erlina.
Pertemuan perdana di Ruang Kepala Madrasah ini diharapkan memberikan peta jalan yang jelas bagi Hengki Bilaleya dan tiga rekan P3K-nya untuk segera beradaptasi, berintegrasi, dan mulai memberikan kontribusi terbaiknya bagi mutu pendidikan di MIN 1 Boalemo.





