BOALEMO (MIN 1 Boalemo) – Dalam rangka memetakan dan meningkatkan mutu pendidikan, dua tenaga pendidik dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Boalemo mengikuti pelaksanaan Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 23 Desember 2025, bertempat di Laboratorium Komputer MIN 1 Boalemo.
Asesmen ini merupakan program rutin Kementerian Agama RI untuk mengukur kompetensi pedagogik dan profesional guru. Pada pelaksanaan hari kedua ini, dua guru spesialis mata pelajaran Fikih, yakni Olpin Ahmad, S.Pd.I dan Rivai Arifin, SHI, terpilih mengikuti ujian pada Sesi IV untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Meskipun memasuki hari kedua, antusiasme dan konsentrasi para peserta tetap terjaga. Penggunaan Laboratorium Komputer sekolah sebagai titik lokasi pelaksanaan, bertujuan untuk memastikan kemudahan akses teknologi dan stabilitas jaringan internet selama proses ujian berbasis komputer tersebut berlangsung.
Kepala MIN 1 Boalemo menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan AKGTK ini. Menurutnya, asesmen ini bukan sekadar ujian formalitas, melainkan cermin bagi guru untuk mengetahui sejauh mana penguasaan materi dan teknik pengajaran yang selama ini diterapkan di kelas.
“Kami berharap hasil dari AKGTK ini dapat menjadi acuan bagi para guru, khususnya Bapak Olpin dan Bapak Rivai, untuk terus berinovasi dalam menyampaikan materi Fikih sehingga kualitas pembelajaran di MIN 1 Boalemo semakin unggul,” ujar beliau di sela-sela peninjauan lokasi.
Dalam asesmen sesi IV ini, Olpin Ahmad dan Rivai Arifin diuji mengenai kedalaman materi syariat (Fikih) serta metodologi pengajaran yang relevan dengan perkembangan zaman. Mengingat mata pelajaran Fikih adalah fondasi ibadah bagi siswa MI, kompetensi guru di bidang ini menjadi prioritas utama madrasah.
Pelaksanaan ujian berjalan dengan tertib dan lancar tanpa kendala teknis yang berarti. Dengan tuntasnya asesmen ini, diharapkan muncul rekomendasi pengembangan diri yang tepat guna bagi para tenaga pendidik di lingkungan Kemenag Boalemo, khususnya di MIN 1 Boalemo, demi mencetak generasi yang cerdas dan berakhlakul karimah.
(Humas/MIN1)






