BOALEMO – Dalam rangka penguatan mutu akademik dan penyesuaian regulasi terbaru, Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Boalemo menerima kunjungan resmi dari tiga Pengawas Madrasah pada hari ini, Kamis, 12 Maret 2026. Kunjungan ini difokuskan pada pemeriksaan perangkat pembelajaran guru yang harus selaras dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sesuai mandat KMA Nomor 1503 Tahun 2025.
Ketiga pengawas yang hadir, yakni Ibu Ramlah Kudu, M.Pd, Bapak Suwandi, M.Pd, dan Ibu Nonce Puti, S.Pd.I., M.Pd. disambut hangat oleh Kepala MIN 1 Boalemo beserta jajaran dewan guru. Agenda ini merupakan langkah krusial untuk memastikan bahwa transisi kurikulum menuju standar KBC berjalan efektif dan seragam di tingkat satuan pendidikan.
Fokus utama supervisi kali ini adalah membedah perangkat pembelajaran yang disusun guru, mulai dari Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) hingga Modul Ajar, agar benar-benar mencerminkan semangat KMA 1503 Tahun 2025. Regulasi baru ini menekankan pada penguatan kompetensi inti yang lebih integratif dan adaptif terhadap kebutuhan zaman.
“Kehadiran kami di MIN 1 Boalemo bertujuan untuk melakukan pendampingan teknis. koreksi atau masukan yang diberikan bukan berarti penyusunan yang Bapak/Ibu buat itu salah. Masukan tersebut adalah bentuk penyelarasan agar perangkat kita semakin sempurna dan sesuai dengan regulasi baru KMA 1503 Tahun 2025. Semangat terus dalam berkarya!” ujar Ibu Ramla di sela-sela pemeriksaan dokumen.
Kepala MIN 1 Boalemo, Nursia Doka Unggango,S.Ag, menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti masukan dari tim pengawas. “Kami sangat mengapresiasi bimbingan ini. Dengan adanya supervisi langsung, guru-guru kami menjadi lebih percaya diri dalam mengimplementasikan regulasi KBC KMA 1503 Tahun 2025 ini di dalam kelas,” ungkapnya.
Kegiatan pemeriksaan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi antara pengawas dan guru kelas maupun guru bidang studi. Melalui langkah proaktif ini, MIN 1 Boalemo optimistis dapat menjadi pionir dalam penerapan Kurikulum Berbasis cinta di wilayah Kabupaten Boalemo, demi mencetak generasi madrasah yang unggul dan kompetitif.








